Robot Humanoid Xpeng IRON Menentang Konvensi dengan Gerakan Cair dan "Otot" Elastis

Tim Editorial BigGo
Robot Humanoid Xpeng IRON Menentang Konvensi dengan Gerakan Cair dan "Otot" Elastis

Peluncuran robot humanoid Xpeng, IRON, pada acara AI Day baru-baru ini memicu kekaguman dan skeptisisme di seluruh dunia teknologi. Cara berjalannya yang sangat cair dan mirip manusia begitu meyakinkan sehingga memicu spekulasi luas di internet bahwa ada orang yang memakai kostum di dalam mesin tersebut. Kontroversi ini, bagaimanapun, telah membuka jendela yang menarik ke generasi robotika berikutnya, di mana material baru dan desain biomimetik menciptakan mesin yang bergerak tidak kaku seperti automaton, tetapi lebih seperti makhluk hidup.

Menanggapi Kontroversi "Orang dalam Setelan"

Untuk meredam rumor viral tersebut, CEO Xpeng, He Xiaopeng, mengambil langkah-langkah dramatis untuk membuktikan sifat robotik IRON. Dalam serangkaian demonstrasi publik, ia pertama-tama memotong penutup kaki robot dengan gunting untuk memperlihatkan struktur internalnya sementara robot itu terus berjalan. Dalam tindak lanjut yang lebih mengungkap, ia membuka ritsleting bagian punggung robot, memperlihatkan kerangka internal yang kompleks dari servo dan material seperti kisi-kisi. He Xiaopeng bahkan meminta maaf dengan khidmat kepada unit demo sebelum prosedur tersebut, dengan menyatakan, "Saya harap ini adalah terakhir kalinya Iron harus membuktikan bahwa dirinya adalah dirinya sendiri." Pertunjukan tersebut berhasil menunjukkan bahwa IRON memang sebuah mesin, tetapi juga menyoroti betapa canggihnya desain biomimetik yang telah dicapai.

Rahasia di Balik Gerakan yang Cair: "Otot" Elastis

Kunci dari gerak tubuh IRON yang sangat halus terletak pada inovasi material terobosan: material elastis体 (badan elastis). Kelas material ini, yang berada di antara plastik kaku dan silikon lunak, bertindak sebagai sistem otot buatan untuk robot. Tidak seperti cangkang logam dan aluminium tradisional yang menghasilkan gerakan kaku dan tersentak-sentak, material elastis ini fleksibel, tahan lama, dan dapat dicetak 3D menjadi struktur kisi-kisi yang kompleks. Struktur-struktur ini memungkinkan respons yang fleksibel dan berkelanjutan yang meniru cara kelompok otot manusia meregang dan berkontraksi secara terkoordinasi, sehingga memungkinkan cara berjalan IRON yang terlihat alami.

Keunggulan Teknis Robot yang Lebih Lembut

Adopsi material elastis ini memberikan beberapa keunggulan kritis dibandingkan desain yang kaku. Dari sudut pandang kinerja, material ini jauh lebih ringan—mengurangi berat hingga 60-70% dibandingkan komponen logam dengan volume yang sama. Penghematan berat ini memungkinkan para insinyur untuk mengalokasikan lebih banyak dari anggaran muatan robot ke komponen kritis seperti sendi dan tangan, sekaligus mengurangi energi yang dibutuhkan untuk bergerak. Dari perspektif keselamatan, robot yang lebih ringan dan lembut menimbulkan risiko benturan yang lebih kecil dalam potensi tabrakan dengan manusia, sebuah pertimbangan vital untuk integrasi di rumah dan tempat kerja di masa depan. Lebih lanjut, struktur kisi-kisi yang berpori menawarkan kemampuan bernapas yang lebih unggul, membantu menghilangkan panas yang dihasilkan selama operasi berkepanjangan.

Strategi Robotika Xpeng yang Lebih Luas

IRON bukanlah proyek yang terisolasi tetapi merupakan komponen strategis dari visi Xpeng untuk masa depan mobilitas dan otomatisasi yang terintegrasi. Perusahaan sedang membangun闭环 teknologi (lingkar tertutup) antara mobil dan robotnya. He Xiaopeng telah menyatakan bahwa aplikasi utama awal untuk robot-robot ini adalah "membangun mobil di pabrik." Karena pabrik otomotif dirancang untuk pekerja manusia, robot humanoid sangat cocok untuk beroperasi di lingkungan tersebut tanpa perlu penyesuaian peralatan yang ekstensif. Ini memberikan tempat uji coba di dunia nyata yang sempurna, di mana robot dapat mengumpulkan sejumlah besar data operasional untuk mendorong penyempurnaan AI dan mekanis lebih lanjut. Perusahaan memperkirakan bahwa lebih dari 70% teknologi robot, termasuk sistem persepsi dan perangkat lunak AI-nya, dibagikan dengan kendaraan listriknya, memungkinkan pengembangan yang cepat dan sinergi biaya.

Masa Depan Robotika Humanoid

Ambisi He Xiaopeng untuk pasar robotika sangat besar. Ia percaya bahwa begitu teknologi melewati拐点 (titik belok) produk dan kinerja yang kritis, pertumbuhannya akan meledak. Ia memproyeksikan pasar robotika akan bernilai 20 triliun dolar AS dalam 10-20 tahun ke depan, jauh melampaui industri otomotif. "Saya belum memikirkan berapa banyak robot yang akan kami jual dalam sepuluh tahun," ujarnya, "tetapi pasti akan lebih banyak daripada mobil." Meskipun tantangan masih ada, khususnya dalam menyempurnakan sistem kendali untuk material fleksibel baru ini, IRON milik Xpeng mewakili langkah signifikan menuju masa depan di mana robot bergerak di antara kita dengan keluwesan yang dulunya hanya menjadi wilayah fiksi ilmiah.