Dunia teknologi bersiap untuk peluncuran smartphone utama pertama di tahun 2026, Samsung Galaxy S26, namun ketidakpastian menyelimuti harganya. Sementara konsumen menanti-nanti inovasi terbaru, laporan dari Korea Selatan menunjukkan bahwa kenaikan biaya komponen mungkin memaksa Samsung untuk menaikkan harga ponsel di beberapa pasar, menandai potensi berakhirnya periode stabilitas harga. Namun, dalam langkah strategis untuk menjaga daya saing, pasar Amerika Serikat mungkin akan dilindungi dari kenaikan ini, menciptakan lanskap harga global yang kompleks untuk flagship mendatang ini.
Laporan Mengindikasikan Kenaikan Harga di Korea Selatan
Menurut laporan baru dari publikasi Korea Selatan FNNews, Samsung sedang mempertimbangkan kenaikan harga untuk Galaxy S26 di pasar domestiknya. Pendorong utamanya disebutkan adalah melonjaknya biaya komponen penting seperti memori DRAM dan NAND flash, ditambah dengan nilai tukar yang tidak menguntungkan. Laporan tersebut menunjukkan kenaikan bisa berkisar dari KRW 44.000 hingga KRW 88.000 untuk model 256GB, yang setara dengan sekitar USD 30 hingga USD 50. Ini akan menjadi lonjakan harga signifikan pertama untuk seri Galaxy S sejak Galaxy S23 pada 2023, yang mengalami kenaikan di wilayah seperti Inggris, Eropa, dan Australia.
Laporan Potensi Kenaikan Harga:
- Korea Selatan (Pasar Domestik): Kenaikan sebesar KRW 44.000 hingga KRW 88.000 untuk model 256GB (sekitar USD 30 - USD 50).
- Amerika Serikat: Harga diperkirakan tetap di USD 799 untuk model dasar untuk mempertahankan daya saing dengan Apple.
- Konteks Historis: Kenaikan harga signifikan terakhir untuk seri S terjadi dengan Galaxy S23 pada 2023 (misalnya, £60 di Inggris). Harga untuk S24 dan S25 tetap stabil.
Krisis Komponen Global dan Dampaknya
Penyesuaian harga potensial ini bukanlah keputusan yang terisolasi, melainkan reaksi terhadap tekanan industri yang lebih luas. Co-CEO Samsung sendiri, TM Roh, mengakui situasi yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dalam sebuah wawancara dengan Reuters, secara khusus menyoroti dampak masalah pasokan DRAM. Firma analis IDC sebelumnya telah memprediksi bahwa tekanan berkelanjutan pada harga memori dapat menyebabkan kenaikan biaya hingga 8% di seluruh industri smartphone. Tekanan global ini sebagian disebabkan oleh permintaan yang sangat tinggi untuk chip kelas atas dari sektor kecerdasan buatan dan pusat data, yang mengalihkan kapasitas manufaktur dan mendorong kenaikan harga untuk komponen seluler.
Faktor Kunci yang Mendorong Potensi Perubahan Harga:
- Biaya Komponen yang Melonjak: Peningkatan harga yang signifikan untuk memori DRAM dan NAND flash.
- Tingkat Nilai Tukar yang Tinggi: Mempengaruhi penetapan harga di pasar internasional.
- Tekanan Industri Secara Keseluruhan: IDC memprediksi kenaikan harga hingga 8% di seluruh smartphone karena biaya memori.
- Permintaan AI & Pusat Data: Mengalihkan kapasitas manufaktur chip dari sektor seluler.
Strategi Menahan Harga di AS
Dalam strategi yang kontras, laporan terkini mengindikasikan bahwa Samsung berencana mempertahankan harga awal Galaxy S26 di Amerika Serikat pada USD 799, mencerminkan harga peluncuran pendahulunya. Langkah yang diperhitungkan ini dilihat sebagai upaya langsung untuk tetap kompetitif melawan iPhone dari Apple, yang tidak diharapkan menaikkan harganya secara signifikan. Dengan menyerap biaya komponen yang lebih tinggi di pasar AS, Samsung bertujuan untuk melindungi pangsa pasarnya dan mendorong adopsi konsumen terhadap ekosistem Galaxy AI-nya yang terus berkembang. Hal ini menciptakan perbedaan yang mencolok di mana pembeli di AS mungkin mendapat manfaat dari stabilitas harga sementara konsumen di wilayah lain menghadapi kenaikan.
Jadwal Peluncuran dan Keputusan Akhir
Seiring dengan rumor harga, laporan dari FNNews juga selaras dengan bocoran lain yang menunjukkan jadwal peluncuran yang sedikit tertunda untuk seri Galaxy S26. Pengumuman resmi kini dikabarkan akan dilakukan pada 25 Februari 2026, dengan ketersediaan ritel menyusul pada bulan Maret. Ini lebih lambat dari jendela peluncuran awal Februari yang khas dalam beberapa tahun terakhir. Seorang perwakilan Samsung yang dikutip dalam laporan menekankan bahwa harga untuk Galaxy S26 belum final, memberikan ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan strateginya berdasarkan biaya komponen akhir dan dinamika kompetitif menjelang acara peluncuran.
Linimasa Peluncuran yang Beredar:
- Acara Unpacked: 25 Februari 2026.
- Rilis di Pasar: Maret 2026.
- Catatan: Ini menunjukkan penundaan dibandingkan dengan peluncuran model Galaxy S terbaru yang biasanya terjadi pada awal Februari.
Implikasi Lebih Luas untuk Smartphone 2026
Situasi seputar penetapan harga Galaxy S26 merupakan indikator untuk seluruh pasar smartphone premium di tahun 2026. Jika Samsung, pemain dominan dengan kendali signifikan atas rantai pasokannya, terpaksa menaikkan harga, itu menandakan bahwa kenaikan biaya mungkin "tak terhindarkan" bagi banyak perangkat flagship tahun ini. Konsumen di seluruh dunia mungkin perlu bersiap untuk ponsel kelas atas yang lebih mahal atau mempertimbangkan untuk mempertahankan perangkat mereka saat ini lebih lama. Strategi penetapan harga akhir yang diterapkan Samsung tidak hanya akan memengaruhi penjualannya sendiri, tetapi juga menetapkan nada bagi industri dalam menghadapi periode peningkatan biaya produksi ini.
