Di CES 2026 di Las Vegas, Lenovo membuat pengumuman penting bagi penggemar game genggam, mengungkap versi baru dari perangkat andalannya yang dirancang untuk menyatukan perangkat keras kelas atas dengan pengalaman perangkat lunak yang efisien. Mengikuti kesuksesan perangkat genggam SteamOS pertamanya, perusahaan ini membawa sistem operasi berfokus game milik Valve ke perangkat portabel paling kuat mereka saat ini, menjanjikan perpaduan fleksibilitas dan performa yang bertujuan untuk mendefinisikan ulang segmen premium di pasar.
Pengumuman dan Spesifikasi Inti
Lenovo telah mengonfirmasi bahwa varian SteamOS dari Legion Go 2 akan mulai dijual pada Juni 2026, dengan harga mulai USD 1,199 (sekitar Rp 18,8 juta). Pengumuman ini datang beberapa bulan setelah versi Windows dari perangkat keras yang sama diluncurkan pada akhir Oktober 2025. Spesifikasi intinya tetap tidak berubah dari model Windows, berpusat pada APU AMD Ryzen Z2 Extreme. Chip ini menggabungkan arsitektur CPU Zen 5 dan 5c dengan GPU RDNA 3.5 yang memiliki 16 unit komputasi, sebuah peningkatan yang signifikan dari 12 CU yang ditemukan pada Z1 Extreme sebelumnya. Perangkat ini dapat dikonfigurasi dengan RAM LPDDR5x-8000 hingga 32GB dan penyimpanan NVMe PCIe 4.0 hingga 2TB, menempatkannya di puncak spektrum performa genggam saat ini.
Spesifikasi Kunci: Lenovo Legion Go 2 (Versi SteamOS)
- APU: AMD Ryzen Z2 Extreme
- CPU: 8 inti (Zen 5 / 5c)
- GPU: RDNA 3.5 dengan 16 Unit Komputasi (CUs)
- RAM: Hingga 32GB LPDDR5x-8000
- Penyimpanan: Hingga 2TB PCIe 4.0 NVMe
- Layar: 8,8 inci OLED, 2560x1600 (1200p), hingga 144Hz VRR
- Kontroler: Dapat dilepas, nirkabel. Kontroler kanan memiliki mode mouse FPS.
- OS: SteamOS (berbasis Linux)
- Tanggal Pengumuman: 7 Januari 2026 (CES 2026)
- Tanggal Rilis: Juni 2026
- Harga Mulai: USD 1.199
Pengalaman Perangkat Keras dan Filosofi Desain
Di luar chip utamanya, Legion Go 2 membedakan dirinya dengan desain perangkat keras unik yang mengutamakan fleksibilitas. Fitur paling mencoloknya adalah layar OLED 8,8 inci dengan resolusi 2560x1600 (1200p) dan refresh rate variabel hingga 144Hz, saat ini satu-satunya perangkat genggam di pasaran yang menawarkan kombinasi ini. Perangkat ini mengadopsi faktor bentuk seperti Nintendo Switch dengan kontroler yang dapat dilepas sepenuhnya, yang dapat digunakan secara nirkabel. Kontroler kanan menyertakan mode mouse FPS bawaan, lengkap dengan puck magnetik yang memungkinkannya meluncur di permukaan, melayani kebutuhan game presisi. Kickstand terintegrasi semakin meningkatkan kegunaannya, mengubahnya menjadi setup desktop kompak. Pendekatan "pisau serbaguna" ini menjadikannya salah satu perangkat genggam paling serbaguna yang tersedia, meskipun beberapa pengguna mungkin merasa beratnya dan tombol mouse tambahan pada pegangan sedikit canggung selama penggunaan genggam yang lama.
Keunggulan SteamOS dan Implikasi Performa
Pergeseran dari Windows ke SteamOS adalah bagian utama dari daya tarik pengumuman ini. SteamOS, sistem operasi berbasis Linux milik Valve, terkenal karena kesederhanaannya, antarmuka yang berfokus pada game, dan overhead sistem yang lebih rendah dibandingkan Windows. Hal ini sering kali langsung diterjemahkan menjadi performa game yang lebih baik, karena lebih banyak sumber daya sistem dialokasikan untuk game itu sendiri daripada proses latar belakang. Untuk perangkat dengan perangkat keras sekuat Legion Go 2, keuntungan efisiensi ini bisa berarti frame rate yang lebih halus dan daya tahan baterai yang lebih lama dalam skenario game yang sebanding. Eksperimen sebelumnya Lenovo, Legion Go S, menunjukkan bagaimana sistem operasi yang tepat dapat mengubah pengalaman pengguna suatu perangkat, mengubahnya dari mesin Windows yang kompeten menjadi pengalaman seperti konsol yang sangat halus dan siap pakai. Perusahaan ini juga telah mengonfirmasi bahwa versi Windows yang ada dari Legion Go 2 akan mendapatkan dukungan resmi untuk Microsoft's Xbox Full Screen Experience for Windows 11 pada musim semi 2026.
Konteks Kinerja: Z2 Extreme vs. Z1 Extreme AMD Ryzen Z2 Extreme di Legion Go 2 menawarkan peningkatan generasi dari Z1 Extreme yang ditemukan di perangkat seperti Legion Go S dan Asus ROG Ally.
- GPU: 16 RDNA 3.5 CUs vs. 12 RDNA 3 CUs. Ini memberikan peningkatan sekitar 33% dalam kinerja rendering grafis secara teoritis.
- CPU: Menggunakan arsitektur Zen 5/5c yang lebih baru dibandingkan Zen 4, menawarkan peningkatan instruksi per siklus (IPC).
- Dampak Dunia Nyata: Hal ini memungkinkan Legion Go 2 untuk lebih baik menggerakkan layar OLED 1200p resolusi tingginya dan mendukung pengaturan grafis atau frame rate yang lebih tinggi dalam game yang menuntut, terutama ketika dipasangkan dengan efisiensi SteamOS.
Konteks Pasar, Harga, dan Ketersediaan
Pengumuman ini menempatkan Legion Go 2 SteamOS dalam posisi pasar yang kompleks. Meskipun perangkat kerasnya tidak diragukan lagi premium, harga awalnya USD 1,199 (sekitar Rp 18,8 juta) merupakan investasi yang cukup besar, tercatat USD 100 lebih tinggi dari model Windows entry-level. Ini adalah pembalikan dari tren yang ditetapkan oleh Legion Go S, di mana versi SteamOS lebih murah, kemungkinan karena tidak adanya biaya lisensi Windows. Biaya tinggi ini dapat membatasi daya tariknya bagi para penggemar dan profesional yang mencari pengalaman portabel terbaik mutlak. Selain itu, pada saat diluncurkan pada Juni nanti, lanskap kompetitif perangkat genggam mungkin telah berkembang, dengan perangkat baru potensial yang menampilkan chip Intel Panther Lake generasi berikutnya di cakrawala. Bagi mereka yang tidak ingin menunggu atau membayar premi, opsi untuk menginstal alternatif SteamOS yang dikembangkan komunitas seperti Bazzite pada model Windows yang ada tersedia, meskipun memerlukan pengetahuan teknis dan mungkin tidak menawarkan kualitas siap pakai yang sama.
Perbandingan Harga & Posisi Pasar
| Perangkat | Sistem Operasi | Pembeda Utama | Harga Mulai (Diumumkan) |
|---|---|---|---|
| Lenovo Legion Go 2 | SteamOS | 8.8" OLED VRR, Kontroller Lepas, Z2 Extreme | USD 1,199 |
| Lenovo Legion Go 2 | Windows 11 | Perangkat keras sama seperti di atas | USD 1,099 |
| Lenovo Legion Go S | SteamOS | Bentuk lebih kecil, Z1 Extreme | Lebih rendah dari varian Windows (harga pasti bervariasi) |
| Valve Steam Deck OLED | SteamOS | Keseimbangan harga, performa, & efisiensi | USD 549 |
| Asus ROG Ally X | Windows 11 | Performa tinggi, alternatif Windows utama | ~USD 799 |
Catatan: Lenovo Legion Go 2 dengan SteamOS secara unik diposisikan sebagai handheld mainstream berharga tertinggi dengan dukungan SteamOS resmi, menargetkan segmen penggemar premium.
Kesimpulan: Kekuatan Premium untuk Gamer yang Teliti
Lenovo Legion Go 2 dengan SteamOS mewakili konvergensi yang menarik antara perangkat keras kelas atas dan perangkat lunak yang dioptimalkan. Ini bukan perangkat untuk semua orang; harganya, ukuran, dan beratnya menempatkannya dengan kuat dalam ceruk premium. Namun, bagi gamer yang menghargai layar OLED yang menakjubkan, faktor bentuk yang serbaguna, kontroler yang dapat dilepas, dan pengalaman SteamOS yang mulus serta ditingkatkan performanya, perangkat ini menjadi proposisi yang sangat kuat dan unik. Ini secara efektif berfungsi sebagai penerus tidak resmi dari konsep Steam Deck yang berkelas tinggi, membuktikan bahwa ada pasar untuk perangkat genggam yang mengutamakan performa dan fleksibilitas tanpa kompromi daripada keterjangkauan. Kesuksesannya pada akhirnya akan bergantung pada apakah cukup banyak gamer yang bersedia membayar premi untuk apa yang terbentuk sebagai salah satu PC game portabel paling mampu dan kaya fitur di generasinya.
