Setelah bertahun-tahun mendominasi pasar ponsel lipat clamshell, Motorola secara resmi memasuki arena ponsel lipat bergaya buku. Razr Fold yang baru diumumkan ini merupakan tantangan langsung untuk seri Galaxy Z Fold dari Samsung dan lini Pixel Fold dari Google, yang bertujuan merebut pangsa pasar premium yang berfokus pada produktivitas. Meskipun spesifikasi lengkap dan tanggal rilis masih belum terungkap, detail awal yang diberikan menggambarkan pesaing tangguh yang dirancang untuk bersaing dalam hal kualitas tampilan, fleksibilitas kamera, dan fitur unik seperti dukungan stylus.
Motorola Mengungkap Spesifikasi Kunci untuk Ponsel Lipat Bergaya Buku Pertamanya
Motorola telah membuka tabir beberapa spesifikasi inti untuk Razr Fold, meskipun mereka menyebut pengungkapan ini sebagai "pra-pengumuman." Perangkat ini akan menampilkan layar internal utama 8,1 inci beresolusi 2K LTPO, sedikit lebih besar dari layar utama pada Galaxy Z Fold 7 saat ini. Di bagian luar, layar penutup berukuran 6,6 inci akan menangani tugas cepat dan notifikasi. Sistem kamera tampaknya menjadi fokus utama, dengan membanggakan susunan kamera belakang triple 50MP. Konfigurasi ini mencakup kamera utama dengan sensor Sony LYTIA, lensa ultra-wide-angle 50MP yang juga berfungsi sebagai pemotret makro, dan lensa telefoto periskop 3x 50MP. Untuk selfie dan panggilan video, kamera eksternal 32MP dan kamera internal 20MP disertakan. Ponsel ini akan diluncurkan dalam pilihan warna Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White dan, yang patut dicatat, akan mendukung stylus bernama Moto Pen Ultra.
Spesifikasi Razr Fold yang Diumumkan:
- Layar: Layar utama 8.1-inch 2K LTPO; layar penutup 6.6-inch.
- Kamera: Kamera utama 50MP (Sony LYTIA); ultra-wide/makro 50MP; telefoto periskop 3x 50MP; selfie eksternal 32MP; selfie internal 20MP.
- Warna: Pantone Blackened Blue, Pantone Lily White.
- Fitur: Dukungan stylus Moto Pen Ultra; tombol fungsi samping.
Filosofi Desain dan Posisi Kompetitif
Secara visual, Razr Fold mengadopsi faktor bentuk bergaya buku yang sudah familiar, pilihan pragmatis mengingat preferensi pengguna yang sudah mapan untuk desain ini. Motorola telah menambahkan sentuhan khas untuk membedakannya, termasuk panel belakang bertekstur pada model Blackened Blue dan tepi layar yang tajam. Modul kamera yang menonjol selaras dengan bahasa desain merek baru-baru ini. Tombol samping, kemungkinan untuk akses cepat ke alat AI, dan dukungan yang dikonfirmasi untuk stylus opsional adalah pembeda utama. Penyertaan stylus ini adalah serangan langsung ke Samsung, yang menghapus dukungan S Pen dari Galaxy Z Fold 7, meskipun rumor menyebutkan mungkin akan kembali di generasi berikutnya. Langkah ini memposisikan Razr Fold sebagai perangkat untuk konsumsi media sekaligus input atau pencatatan yang presisi.
Hal-Hal Kritis yang Belum Diketahui: Performa, Baterai, Harga, dan Rilis
Pengumuman ini meninggalkan beberapa pertanyaan penting yang belum terjawab. Prosesor, RAM, konfigurasi penyimpanan, kapasitas baterai, dan kecepatan pengisian daya semuanya belum ditentukan. Yang paling signifikan adalah tanggal rilis komersial, yang hanya diisyaratkan sebagai "dalam beberapa bulan mendatang." Spekulasi industri mengarah pada peluncuran potensial di musim semi dengan harga awal sekitar USD 1.500. Titik harga ini, jika akurat, akan lebih murah dari flagship Galaxy Z Fold 7 dan menjadikan Razr Fold proposisi nilai yang menarik. Namun, penundaan hingga akhir 2026 akan membuatnya bersaing dengan Galaxy Z Fold 8 yang dinantikan dari Samsung, yang secara drastis mengubah lanskap kompetitifnya.
Hal-Hal yang Belum Diketahui & Rumor:
- Belum Ditetapkan: Chipset, RAM, opsi penyimpanan, kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya, dimensi/berat pasti, fitur perangkat lunak.
- Rumor Peluncuran: Musim semi 2026.
- Rumor Harga: Mulai sekitar USD 1.500.
Pilihan Baru di Pasar Ponsel Lipat yang Berkembang
Perkenalan Razr Fold menandai ekspansi strategis bagi Motorola, memungkinkannya melayani pengguna yang mengutamakan layar besar seperti tablet untuk produktivitas dan multitasking. Sementara ponsel lipat clamshell seperti seri Razr milik Motorola sendiri unggul dalam portabilitas dan gaya, ponsel lipat bergaya buku menargetkan kebutuhan yang berbeda akan ruang layar yang luas. Kesuksesan Razr Fold pada akhirnya akan bergantung pada eksekusi Motorola—menyeimbangkan spesifikasi menjanjikan di atas kertas dengan performa di dunia nyata, menghadirkan harga yang kompetitif, dan meluncurkannya tepat waktu sebelum gelombang pesaing berikutnya tiba. Untuk saat ini, ia berdiri sebagai pilihan baru yang serius dan menarik bagi konsumen yang mencari di luar Samsung di ruang ponsel lipat kelas atas.
