Bata Cerdas Lego Meluncur di CES 2026: Revolusi Bermain yang Dipenuhi Teknologi dan Bebas Layar

Tim Editorial BigGo
Bata Cerdas Lego Meluncur di CES 2026: Revolusi Bermain yang Dipenuhi Teknologi dan Bebas Layar

Di CES 2026, Lego meluncurkan perubahan teknologi terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir: Smart Play. Ekosistem baru bata, tag, dan figur interaktif ini bertujuan untuk menyuntikkan keajaiban digital ke dalam bangunan fisik tanpa mengandalkan layar, kamera, atau AI. Meskipun peluncuran awalnya berfokus pada set Star Wars premium, teknologi yang mendasarinya menjanjikan masa depan di mana kreasi apa pun dapat diprogram dengan cahaya, suara, dan gerakan. Langkah ini telah memicu baik kegembiraan maupun perdebatan di kalangan komunitas Lego, memunculkan pertanyaan tentang biaya, kreativitas, dan hakikat bermain itu sendiri.

Lego Smart Play adalah sistem bangunan interaktif baru yang komprehensif. Inti dari sistem ini adalah Smart Brick, sebuah bata 2x4 yang dimodifikasi dan dipenuhi dengan rangkaian komponen yang mengesankan. Di dalam bentuknya yang kompak, Lego telah mengintegrasikan chip silikon, sensor gerak dan giroskop, mikrofon pengindera tekanan yang tidak mendengarkan, speaker bawaan, LED, dan sensor cahaya yang mampu mereplikasi warna. Bata ini tidak pasif; ia memerlukan aktivasi dengan menggoyangkannya, yang menyediakan hingga 40 menit waktu bermain aktif di mana sensor dan outputnya beroperasi penuh.

Lego Smart Play: Komponen Inti & Teknologi

  • Smart Brick: Sebuah bata 2x4 yang dimodifikasi berisi chip silikon, sensor gerak/giroskop, mikrofon non-penyadap, speaker, LED, dan sensor cahaya peniru warna. Diaktifkan dengan menggoyangkan, dengan waktu bermain sekitar 40 menit.
  • Smart Tag: Stud persegi yang dilengkapi RFID yang memprogram perilaku Smart Brick sebelumnya (misalnya, suara bebek, suara helikopter).
  • Smart Minifigure: Minifigure dengan tag internal yang memodifikasi perilaku Smart Brick berdasarkan kedekatan karakter.

Perilaku sebuah Smart Brick ditentukan oleh dua aksesori kunci: Smart Tags dan Smart Minifigures. Smart Tags adalah stud persegi yang berisi chip RFID, masing-masing telah diprogram sebelumnya dengan respons audio dan visual tertentu, seperti membuat bata bersuara seperti bebek atau mendengung seperti helikopter. Smart Minifigures menambahkan lapisan interaktivitas lain, karena setiap figur memiliki tag internalnya sendiri. Hal ini memungkinkan satu Smart Tag berperilaku berbeda berdasarkan karakter mana yang berada di dekatnya, memungkinkan permainan naratif di mana sirene mobil polisi mungkin mati ketika minifigure petugas mendekat.

Filosofi yang mendefinisikan Smart Play adalah penghindaran yang disengaja terhadap kamera dan AI generatif. Lego menyatakan keputusan ini dibuat untuk menjaga fokus pada permainan fisik yang langsung disentuh dan untuk memastikan perilaku yang dapat diprediksi dan dipahami oleh anak-anak. Dengan menyematkan komputasi langsung ke dalam bata dan mengendalikannya melalui tag fisik yang sederhana, Lego bertujuan untuk membuat teknologi ini mudah didekati, aman, dan dapat diutak-atik, mendorong eksperimen tanpa memerlukan pengkodean yang rumit atau layar eksternal.

Peluncuran komersial Smart Play akan dilakukan melalui trio set bertema Star Wars, tersedia untuk pra-pemesanan pada 9 Januari dan secara resmi dirilis pada 1 Maret 2026. Set-set tersebut diberi harga premium, dengan Lego menunjukkan bahwa biaya terkait dengan jumlah komponen Smart yang disertakan daripada sekadar jumlah potongan. Jajaran awal termasuk Darth Vader’s TIE Fighter seharga 69,99 dolar AS, Luke’s Red Five X-wing seharga 99,99 dolar AS, dan set Throne Room Duel & A-wing seharga 159,99 dolar AS.

Set Peluncuran: Lego Star Wars Smart Play (Rilis: 1 Maret 2026)

Set Harga (USD) Jumlah Potongan Smart Minifigures
Darth Vader’s TIE Fighter 69.99 743 1
Luke’s Red Five X-wing 99.99 584 2
Throne Room Duel & A-wing 159.99 962 3
Pemesanan awal dimulai 9 Januari 2026.

Penetapan harga dan pilihan tema awal telah menimbulkan kontroversi, terutama di kalangan kolektor dewasa. Dibandingkan dengan set X-Wing non-smart dengan ukuran serupa yang baru-baru ini dihentikan, versi Smart Play yang baru membawa harga yang jauh lebih tinggi. Bagi kolektor yang terutama memajang model, fitur interaktif mungkin tampak seperti peningkatan biaya yang tidak perlu. Namun, untuk audiens target anak-anak, kemampuan untuk menciptakan kembali efek suara yang akurat dengan film dan permainan reaktif dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman imersif dari penceritaan Star Wars.

Filosofi Desain Utama & Konteks Harga

  • Tanpa Kamera/AI: Lego sengaja menghindari teknologi ini untuk mengutamakan permainan fisik, perilaku yang dapat diprediksi, keamanan, dan aksesibilitas bagi anak-anak.
  • Model Penetapan Harga: Biaya dikaitkan dengan jumlah Smart Minifigures dan Smart Tags yang disertakan, bukan hanya berdasarkan jumlah keping.
  • Perbandingan Harga: Set Lego X-Wing non-Smart Play (75301, 474 keping) terakhir dijual seharga USD 49,99. X-Wing Smart Play baru (584 keping) adalah USD 99,99.

Melihat melampaui peluncuran Star Wars, aplikasi potensial untuk Smart Play sangat luas. Lego mendemonstrasikan perilaku konsep seperti bebek dan helikopter, mengisyaratkan masa depan di mana Smart Bricks dan Tags dapat dijual terpisah. Hal ini akan memungkinkan pembangun untuk menetapkan perilaku apa pun pada kreasi apa pun, mendorong kreativitas tanpa batas—monster yang bersuara seperti bebek atau pesawat luar angkasa yang terdengar seperti X-Wing. Teknologi ini tampaknya sangat cocok untuk tema seperti Speed Champions, di mana gerakan dapat memicu suara mesin yang realistis, menunjuk pada peta jalan yang jauh lebih luas daripada rilis awal.

Verdict awal pada Lego Smart Play adalah intrik yang hati-hati. Pada tingkat rekayasa, miniaturisasi sensor dan speaker ke dalam bata standar adalah pencapaian yang luar biasa. Sistem ini berhasil menambahkan lapisan digital pada permainan tanpa menggunakan layar, tetap setia pada akar taktil Lego. Meskipun harga premium dan peluncuran awal yang niche dapat membatasi daya tarik langsungnya, teknologi yang mendasarinya mewakili langkah berani dan bijaksana ke dalam permainan interaktif. Kesuksesan akhirnya akan bergantung pada bagaimana Lego memperluas ekosistem, mengelola biaya, dan memberdayakan pembangun untuk mendefinisikan ulang apa yang dapat dilakukan kreasi mereka.