Seiring industri teknologi bersiap menyambut tahun 2026, Apple menemukan dirinya harus menavigasi lanskap kompleks dari kenaikan biaya komponen, sebuah situasi yang bisa langsung berdampak pada strategi penetapan harga untuk flagship mendatangnya, seri iPhone 18. Meskipun perusahaan telah berhasil mengamankan beberapa penyangga pasokan, analis memperingatkan bahwa konsumen harus bersiap menghadapi harga yang berpotensi lebih tinggi, terutama untuk perangkat dengan konfigurasi penyimpanan dan memori yang lebih besar. Analisis ini menyelami tekanan biaya spesifik yang dihadapi Apple dan apa artinya bagi generasi iPhone berikutnya.
Titik Tekanan Biaya Utama untuk Seri iPhone 18:
- Memori DRAM: Potensi kenaikan harga pasokan lebih dari 50%; perkiraan pasar memprediksi kenaikan hingga 40% pada Q2 2026.
- Penyimpanan NAND Flash: Pasokan aman hingga Q1 2026, tetapi kontrak baru akan membawa harga yang lebih tinggi.
- Fabrikasi Chip: Biaya chip A20 (diharapkan 2nm) diproyeksikan 30% lebih tinggi daripada chip A19.
- Strategi Harga: Harga model dasar mungkin bertahan; kenaikan harga signifikan diperkirakan untuk konfigurasi penyimpanan/RAM tinggi.
Pengamanan Pasokan NAND Berikan Kelonggaran Sementara
Apple dilaporkan telah mengamankan pasokan NAND flash memory yang stabil, komponen yang bertanggung jawab untuk penyimpanan jangka panjang di perangkat seperti iPhone dan Mac, untuk menutupi produksi hingga akhir kuartal pertama 2026. Langkah strategis ini memastikan bahwa jalur produksi untuk seri iPhone 18 dan produk lainnya tidak akan terhenti karena kekurangan bagian kritis ini. Namun, kesepakatan ini terutama menjamin volume, bukan harga. Seiring kontrak lama yang lebih menguntungkan berakhir dan perjanjian baru dinegosiasikan, Apple masih diperkirakan akan menghadapi biaya NAND yang lebih tinggi. Ini berarti bahwa meskipun perusahaan mungkin terhindar dari gangguan pasokan, beban finansial dari kenaikan harga komponen penyimpanan masih perlu diserap atau diteruskan.
Harga DRAM Muncul sebagai Tantangan Utama
Ancaman yang lebih signifikan dan langsung terhadap struktur biaya Apple datang dari DRAM (Dynamic Random-Access Memory), memori kerja jangka pendek yang sangat penting untuk kinerja perangkat dan multitasking. Laporan industri menunjukkan bahwa Apple mungkin dipaksa menerima kenaikan harga 50% atau lebih untuk mengamankan pasokan DRAM yang cukup untuk jajaran produk 2026-nya. Lonjakan dramatis ini sebagian besar didorong oleh pergeseran global besar-besaran dalam alokasi memori. High-bandwidth memory dan DRAM sedang dialihkan secara agresif untuk memenuhi permintaan yang melonjak untuk akselerator AI dan server pusat data, menciptakan kelangkaan parah untuk sektor elektronik konsumen. Perkiraan pasar menunjukkan harga DRAM bisa naik hingga 40% pada kuartal kedua 2026 saja.
Fungsi Komponen & Dampak:
| Komponen | Fungsi di iPhone | Dampak Kenaikan Harga |
|---|---|---|
| NAND Flash | Penyimpanan jangka panjang untuk OS, aplikasi, foto, file. | Meningkatkan biaya untuk menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi (misalnya, model 1TB). |
| DRAM | Memori kerja jangka pendek untuk multitasking dan performa. | Langsung meningkatkan biaya perangkat; kritis untuk performa. |
| Chip Seri-A | Prosesor pusat (SoC) untuk semua operasi perangkat. | Menaikkan biaya dasar perangkat; memengaruhi semua model. |
Efek Rantai pada Strategi Harga iPhone 18
Dihadapkan dengan biaya yang semakin meningkat ini, Apple dihadapkan pada pilihan sulit: menyerap pukulan pada margin keuntungannya yang terkenal tinggi atau menaikkan harga untuk konsumen. Analisis dari firma seperti Morgan Stanley menunjukkan perusahaan kemungkinan akan menggunakan strategi hibrida. Harga dasar atau "stiker" untuk model iPhone 18 level pemula mungkin tetap tidak berubah untuk mempertahankan daya saing dan daya tarik pasar. Namun, biaya untuk meningkatkan ke model dengan kapasitas penyimpanan lebih tinggi (misalnya, 512GB atau 1TB) atau RAM tambahan diperkirakan akan naik secara nyata. Pendekatan ini memungkinkan Apple untuk sebagian mengimbangi peningkatan Biaya Bill of Materials (BOM) dari memori sambil melindungi pelanggan yang paling sensitif harga dari dampak penuh.
Biaya Foundry Tambahkan Lapisan Tekanan Lain
Di luar memori, biaya pembuatan chip khusus Apple juga sedang naik. Chip A20 mendatang, yang diantisipasi akan menggerakkan seri iPhone 18 dan dibangun dengan proses 2nm canggih TSMC, diproyeksikan 30% lebih mahal untuk diproduksi daripada chip A19 saat ini. Meskipun volume besar Apple dan kemitraan strategis dengan TSMC kemungkinan melindunginya dari kenaikan harga paling tajam yang dihadapi pesaing yang lebih kecil—dengan peningkatan diperkirakan dalam angka rendah satu digit—biaya dasar fabrikasi chip generasi berikutnya secara inheren lebih tinggi. Biaya tambahan dari prosesor inti ini semakin memperketat tekanan biaya keseluruhan pada iPhone 18.
Apa Artinya Bagi Konsumen
Bagi konsumen yang merencanakan peningkatan berikutnya, implikasinya jelas. Era peningkatan iPhone dengan harga yang konsisten dari tahun ke tahun mungkin menghadapi tantangan. Meskipun model iPhone 18 yang paling terjangkau mungkin terlihat familiar pada label harga, memilih model Pro dengan penyimpanan yang memadai mungkin memerlukan investasi yang jauh lebih besar. Dinamika biaya ini dapat memperpanjang siklus pembaruan produk Apple, karena pelanggan mempertimbangkan proposisi nilai dari perangkat high-end yang lebih mahal. Krisis memori di seluruh industri, yang dicontohkan oleh perusahaan seperti Nvidia menghidupkan kembali desain produk lama untuk mengatasinya, menandakan periode penyesuaian di mana keterjangkauan perangkat flagship bisa diuji di semua lini.
