Selama bertahun-tahun, sebuah robot kecil berbentuk bola berwarna kuning bernama Ballie menjadi daya tarik tetap dalam presentasi Samsung di CES, memikat penonton dengan janjinya sebagai pendamping rumah tangga yang membantu dan didukung AI. Namun, mimpi untuk memiliki Samsung Ballie tampaknya akan berakhir. Setelah ketidakhadirannya yang mencolok di CES 2026 dan pernyataan korporat yang dirumuskan dengan hati-hati, pengamat industri kini percaya bahwa produk konsumen yang telah lama dinantikan itu telah dihentikan untuk waktu yang tidak ditentukan, menandai akhir dari eksperimen yang terlihat publik yang dimulai pada tahun 2020.
Hilangnya Kehadiran di CES 2026
Tanda paling jelas tentang nasib Ballie adalah ketidakhadirannya di Consumer Electronics Show pada Januari 2026. Setelah rutin muncul sejak debutnya, termasuk demo terkendali di CES 2025 yang menampilkan interaksi suara dan proyeksi video, robot itu tidak terlihat sama sekali di area pameran Samsung. Keheningan ini berbicara banyak, terutama di tahun di mana pesaing seperti LG secara aktif mempromosikan produk robotik baru. Ketidakhadiran ini mengisyaratkan pergeseran strategis dari rencana meluncurkan Ballie sebagai perangkat konsumen mandiri, sebuah kecurigaan yang kemudian dikonfirmasi oleh komunikasi resmi perusahaan.
Timeline Pengembangan Ballie:
- CES 2020: Pertama kali diumumkan dan didemonstrasikan.
- CES 2024: Ditampilkan dengan fitur-fitur terbaru seperti proyeksi dinding dan pemantauan rumah.
- CES 2025: Ditampilkan dalam demo terkontrol dengan interaksi suara dan proyeksi video.
- Pertengahan 2025: Integrasi AI Google Gemini diumumkan; peluncuran konsumen diisyaratkan untuk akhir musim panas.
- CES 2026 (Januari): Secara mencolok absen dari presentasi Samsung, menandakan proyek ini ditangguhkan.
Pernyataan Resmi Samsung: Dari Produk Menjadi "Platform Inovasi"
Menanggapi pertanyaan dari Bloomberg, Samsung memberikan pernyataan yang secara efektif mereposisi peran Ballie di dalam perusahaan. Alih-alih mengumumkan tanggal peluncuran atau menyatakan penyesalan atas penundaan, Samsung menggambarkan Ballie sebagai "platform inovasi aktif". Pernyataan itu menjelaskan bahwa proyek tersebut terus menginformasikan pendekatan Samsung terhadap "pengalaman yang sadar ruang dan digerakkan oleh konteks", khususnya di bidang-bidang seperti kecerdasan rumah pintar, AI ambient, dan privasi-by-design. Bahasa korporat ini sangat menyiratkan bahwa perangkat keras robot yang nyata telah diprioritaskan ulang, dengan penelitian dan pengembangan yang mendasarinya diserap ke dalam kategori produk lain yang lebih luas.
Posisi Resmi Samsung terhadap Ballie (dari pernyataan ke Bloomberg):
- Digambarkan sebagai "platform inovasi aktif."
- Dikatakan akan menginformasikan desain dalam "pengalaman yang sadar ruang dan digerakkan konteks."
- Area pengaruh utama: kecerdasan rumah pintar, AI ambient, dan privasi-dari-desain.
- Tidak ada penyebutan tentang peluncuran produk konsumen atau garis waktu peluncuran.
Perjalanan Panjang dan Berliku Ballie Menuju Ketidakjelasan
Perjalanan Ballie ditandai dengan demonstrasi yang menjanjikan diikuti oleh penundaan yang tidak pasti. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020, ia menangkap imajinasi sebagai asisten rumah tangga dan proyektor yang bergerak. Ia muncul kembali pada tahun 2024 dengan fitur-fitur yang ditingkatkan seperti proyeksi dinding dan pemantauan rumah. Dorongan paling signifikan tampaknya datang pada pertengahan 2025 ketika Samsung mengumumkan kemitraan dengan Google untuk mengintegrasikan platform AI Gemini, mengisyaratkan potensi peluncuran pada akhir musim panas. Tenggat waktu itu berlalu tanpa kehadiran produk, dan ketidakhadiran di CES 2026 kini menjadi titik akhir yang mungkin bagi harapan konsumen. Proyek ini berfungsi sebagai tempat uji coba publik untuk ide-ide yang terbukti terlalu kompleks atau mahal untuk dipasarkan dalam bentuk aslinya.
Warisan: Teknologi Terserap, Bukan Ditinggalkan
Meskipun robot Ballie itu sendiri mungkin tidak akan pernah mencapai rak toko, Samsung menunjukkan bahwa investasi tersebut tidak sia-sia. Wawasan teknologi yang diperoleh dari bertahun-tahun mengembangkan Ballie—kesadaran konteks AI-nya, komputasi spasial, dan kerangka kerja privasi—dilaporkan dialirkan ke dalam produk yang ada dan masa depan. Ini kemungkinan besar termasuk penyedot debu robot yang lebih cerdas dan sadar, serta pengalaman komputasi ambient yang lebih terintegrasi dalam ekosistem SmartThings Samsung. Dengan cara ini, semangat Ballie terus hidup, bukan sebagai produk tunggal, melainkan sebagai penelitian dasar yang meningkatkan seluruh portofolio rumah pintar Samsung, meninggalkan bentuk bulat khasnya sebagai peninggalan CES yang dikenang.
